Tambah Kapasitas Belajar Tatap Muka di Kota Pasuruan Jadi 50 Persen

Tambah Kapasitas Belajar Tatap Muka di Kota Pasuruan Jadi 50 Persen

PASURUAN, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan mengeluarkan aturan baru terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Kini semua sekolah boleh menambah kapasitas siswa yang masuk kelas menjadi 50 persen. Kebijakan ini keluar seiring dengan menurunnya angka Covid-19 dan gencarnya vaksinasi pelajar.

Aturan itu berlaku bagi sekolah setingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Kecuali, bagi SMP yang capaian vaksinasi pelajarnya belum menyentuh 70 persen. Kabijakan ini juga berkaitan dengan ketentuan usia minimal bagi sasaran vaksinasi. Selama ini vaksinasi pelajar baru digencarkan bagi pelajar berusia minimal 12 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, aturan pembelajaran bagi SMP yang capaian vaksinasi pelajarnya masih di bawah 70 persen tidak berubah. Mereka diharuskan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dengan kapasitas siswa 30 persen di setiap kelas.

“SMP yang vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah di atas 70 persen, bisa memberlakukan kombinasi PTMT dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh) dengan kapasitas 50 persen,” ujar Ayik -sapaan Mualif Arif.

Bagi SMP yang belum mengikuti program vaksinasi sama sekali, diharuskan menerapkan PJJ secara penuh. Namun, Ayik memastikan semua SMP negeri di Kota Pasuruan, sudah mengikuti program vaksinasi. Bahkan, capaiannya sudah tinggi. Rata-rata vaksinasi pelajar di 11 SMP negeri sudah mencapai 70 persen.

Aturan yang berlaku mulai kemarin (8/11) itu, juga memperbolehkan PTMT di jenjang pendidikan SD naik menjadi 50 persen di masing-masing kelas. Misalnya, SD Negeri 2 Kandangsapi, yang sudah menaikkan kapasitas siswa yang masuk menjadi 50 persen. Seperti di kelas V B, separo dari 18 siswa mengikuti PTMT, sedangkan separonya belajar secara daring. “Sudah kami terapkan mulai hari ini,” ujar guru kelas V B di SDN Negeri 2 Kandangsapi Dwi Lestari.

Kendati demikian, ia memastikan tetap mengutamakan protokol kesehatan (prokes). Siswa maupun guru tetap wajib memakai masker ketika menggelar pembelajaran di kelas. Pemeriksaan suhu tubuh juga selalu dilakukan bagi guru dan siswa setiap masuk sekolah. Di kelas, para siswa tetap duduk dengan kursi yang berjarak.

“Tidak ada bedanya, jadi sudah siap. Mungkin yang berbeda, kalau sebelumnya lebih longgar, sekarang siswa yang masuk lebih banyak,” ujar Dwi. (tom/rud)

Sumber asli: https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/09/11/2021/tambah-kapasitas-belajar-tatap-muka-di-kota-pasuruan-jadi-50-persen/